Thursday, May 17, 2018

Address & Schedule in Jakarta & Tangerang, Indonesia



DRG. LINUS BOEKITWETAN


1. Linus Boekitwetan Dental Care
Jl. Surya Sarana 2C/12. 
Sunrise Garden. Jakarta Barat

Practice:
Monday,Wednesday,Thursday 09.30 - 19.00
Tuesday, Friday                        09.30 - 15.00
Saturday                                   07.00 - 16.00
by appointment
Map https://goo.gl/maps/K3rWTaNq9Rs

2. U Smile Dental Care

Jalur Sutera Kav. 31A No 11.
Alam Sutera. Tangerang 

Practice:
Tuesday, Friday                        17.00 - 20.00
by appointment
Map https://goo.gl/maps/EDZxcBW9sSJ2 


Appointment:
SMS/WhatsApp: 081519599099

Social Media
  

Payment             





Agar Tidak Bau Mulut Saat Puasa, Ini Solusinya di Trubus.id 17 Mei 2018



Trubus.id --Trubus Mania, jangan menjadikan puasa sebagai alasan bagi kalian untuk tidak memperhatikan kesehatan gigi dan mulut, ya! Hal normal ketika puasa, mulut kita mengeluarkan bau tidak sedap yang khas karena memang produksi air liur berkurang, menyebabkan mulut kering.

Agar tidak bau mulut ketika berpuasa, drg. Linus Boekitwetan, M.Kes yang berpraktik di Linus Boekitwetan Dental Care, Jakarta Barat ini memberikan solusi tepat buat Trubus Mania agar tidak bau mulut.

1. Sikat gigi secara teratur sehari 2 kali dengan odol yang mengandung fluoride, setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Setelah itu, gunakan dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan di antara sela gigi.

2. Jangan lupa membersihkan permukaan lidah, terutama di bagian belakang lidah karena biasanya, di sana tempat banyak bakteri berkumpul.

3. Selalu melepas gigi palsu lepasan Anda sebelum tidur. Bersihkan dengan baik sebelum dipakai kembali keesokan harinya.

4. Jika ingin menggunakan obat kumur, sebaiknya yang non alkohol. Obat kumur yang mengandung alkohol dapat menyebabkan rongga mulut menjadi lebih kering.

5. Perbanyak minum air putih untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan kelembapan rongga mulut agar tidak kering.

6. Konsumsi makanan sehat, hindari rokok dan alkohol.

7. Cek kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi setiap 6 hingga 12 bulan sekali. Selain pemeriksaan rutin, jangan lupa membersihkan plak dan karang gigi.

8. Cek kesehatan keseluruhan tubuh Anda secara berkala untuk memastikan tidak ada penyakit sistemik yang menyebabkan bau mulut. Pastikan jika obat-obatan yang dikonsumsi tidak menyebabkan berkurangnya produksi kelenjar air liur.

Bagaimana Trubus Mania, sudah tahu kan? So, selamat menjalankan ibadah puasa ya. Tentunya, mulut kalian sudah tidak bau lagi kan?

https://ramadan.trubus.id/baca/10827/agar-tidak-bau-mulut-saat-puasa-ini-solusinya

Terungkap, Penyebab Bau Mulut Saat Puasa di Trubus.id 17 Mei 2018



Trubus.id --Trubus Mania, kalian puasa enggak? Pastinya kan? Tidak sekadar menahan lapar, haus serta emosi saja loh, kalian yang berpuasa harus tetap memperhatikan kesehatan mulut dan gigi agar tidak bau. Jangan sampai teman kalian menutup hidungnya ketika sedang berbicara dengan kalian.

Dikatakan drg. Linus Boekitwetan, M.Kes, ada empat faktor penyebab bau mulut. Kebersihan gigi dan mulut yang tidak baik merupakan penyebab utama bau mulut.

“Sisa-sisa makanan yang menumpuk di permukaan lidah, sela-sela di antara gigi, lubang gigi yang tidak ditambal, gigi palsu yang tidak dibersihkan ini merupakan tempat bagi bakteri untuk berkembang biak. Bakteri penyebab bau mulut biasanya bakteri anaerob gram negatif yang melepaskan zat sulfur, dan zat lain, di antaranya Prevotella (Bacteroides) melaninogenica, Treponema denticola, Porphyromonas gingivalis, Porphyromonas endodontalis, Prevotella intermedia,” kata drg. Linus kepada Trubus.id melalui email, Kamis (17/5)

Faktor kedua yang menyebabkan bau mulut ialah mulut kering. Ketika produksi saliva atau air liur berkurang, dapat membuat mulut kering dan kemudian menimbulkan bau tidak sedap. Saliva adalah agen pembersih alami, menjaga kestabilan asam basa rongga mulut yang mengandung enzim pencernaan, enzim antibakteri, dan lain-lain.

“Saat puasa, tentu saja produksi saliva atau air liur menjadi lebih sedikit karena tidak ada stimulasi atau rangsangan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan produksi air liur menjadi berkurang,” ucap dokter gigi yang membuka praktik pribadi di Linus Boekitwetan Dental Care, Jakarta Barat ini.

Fakor ketiga penyebab bau mulut ialah makanan dan minuman yang dikonsumsi, seperti bawang, kopi, rokok, petai.

“Yang terakhir ialah seseorang yang menderita penyakit sistemik tertentu seperti diabetes, chronic sinusitis, chronic bronchitis, gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit itu bisa menyebabkan bau mulut,” ujar drg. Linus

https://ramadan.trubus.id/baca/10825/terungkap-penyebab-bau-mulut-saat-puasa

Monday, May 14, 2018

Menangkal Bau Mulut Membandel Kala Berpuasa di Tabloid Bintang Indonesia edisi 1401 Mei 2018




Bau mulut atau halitosis jadi masalah utama Anda yang sedang berpuasa. Meski terkesan sepele, tak sedikit yang mengeluhkan bau mulut yang membandel. Untuk mengatasi bau mulut, Anda wajib mengenali dulu penyebabnya. 

Pada dasarnya, penyebab bau mulut yang timbul kala berpuasa sama dengan bau mulut biasa yaitu kondisi gigi dan mulut yang kurang bersih. Akibatnya menurut Drg. Linus Boekitwetan, M.Kes, sisa-sisa makanan menumpuk di permukaan lidah, di antara gigi, dan gusi hingga menjadi tempat bagi bakteri untuk berkembang biak. Kondisi ini diperparah dengan produksi air liur yang berkurang selama berpuasa. 

"Produksi air liur menjadi lebih sedikit pada waktu berpuasa karena tidak ada rangsangan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi," beri tahu pendiri Linus Boekitwetan Dental Care ini kepada Bintang pekan lalu. Padahal, air liur kaya manfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Di antaranya, sebagai pembersih alami mulut dan mengandung enzim antibakteri, Alhasil, produksi air liur yang berkurang mendorong bakteri di mulut lebih aktif bekerja. 

Bakteri Pemicu Bau Mulut
Bakteri yang patut diwaspadai adalah bakteri anaerob gram negatif. Mengutip pendapat Dr. Harold Katz dari The California Breath Clinics, bakteri jenis ini adalah patogen atau rentan menyebabkan penyakit. Salah satunya sebagai penyebab bau mulut akut. Cara kerja bakteri ini pada mulut yaitu dengan mengonsumsi sisa makanan yang mengandung protein. Hidup di sela permukaan lidah, di belakang tenggorokan dan di celah gigi, bakteri ini menghindari paparan oksigen sambil terus mengonsumsi partikel makanan. Jenis bakteri ini juga mengonsumsi lendir dan jaringan mati pada pipi dan gusi. 

Lantas, bagaimana cara mencegah bakteri ini terus berkembang terutama kala berpuasa? Kuncinya, mulai dengan mengatasi mulut kering ketika berpuasa. Drg. Linus mengingatkan untuk tidak memperparah kondisi mulut yang sudah kering. Misalnya dengan minum minuman beralkohol atau merokok. Karena kedua kebiasaan ini punya kecenderungan membuat mulut makin kering. Selain itu, jenis makanan yang dikonsumsi wajib dijaga. Misalnya makanan yang mengandung bawang dan petai. Tidak ketinggalan, penggunaan obat kumur wajib diperhatikan. "Sebaiknya pilih obat kumur yang non alkohol supaya rongga mulut tidak menjadi semakin kering," ucap dokter yang mendapat gelar Magister di bidang Ortodontik ini. 

Penggunaan obat kumur juga harus dibarengi dengan perawatan gigi yang teratur. Bukan cuma menyikat gigi teratur dengan pasta gigi mengandung fluoride, yang tak kalah penting adalah membersihkan sisa makanan pada sela gigi dengan benang gigi. Permukaan lidah tak boleh luput dibersihkan pula. "Terutama di bagian belakang lidah karena biasanya di sana tempat banyak bakteri berkumpul," ujar Drg. Linus. Bagi yang menggunakan gigi palsu lepasan, disarankan untuk melepas dan membersihkannya sebelum tidur dan baru dipakai keesokan harinya. 

Gangguan Pada Gigi dan Tubuh
Rutin merawat gigi dan mulut tidak cukup. Drg. Linus berharap masyarakat lebih peka terhadap masalah pada gigi. "Misalnya lubang pada gigi harus ditambal, sisa akar gigi bisa segera dicabut, gusi berdarah bisa jadi disebabkan karang gigi jadi harus dibersihkan karangnya," Drg. Linus menjelaskan. Tujuannya, agar masalah gigi tak memicu masalah baru termasuk menyebabkan bau mulut. 

Selain anjuran umum memeriksakan gigi setiap 6-12 bulan sekali, Drg. Linus mengimbau untuk berkonsultasi ke dokter gigi sebelum menjalani ibadah puasa. Tes kesehatan umum juga disarankan supaya ibadah puasa berjalan lancar tanpa gangguan bau mulut. "Cek kesehatan seluruh tubuh secara berkala untuk memastikan tidak ada penyakit sistemik yang menyebabkan bau mulut atau obat-obatan yang dikonsumsi tidak menyebabkan produksi kelenjar air liur berkurang," pungkas Drg. Linus. 

Saturday, April 7, 2018

Gigi Bumil Bermasalah, Sang Janin Jadi Susah di Tabloid Nova edisi 1572/XXX (9-15 April 2018)



Jangan anggap sepele gusi berdarah atau gigi berlubang. Terutama buat ibu hamil. Tak mau, kan, lantaran malas periksa gigi dan mulut, si kecil jadi lahir prematur?

Tak salah jika para ibu hamil (bumil) lebih memprioritaskan perawatan khusus sebelum melahirkan. Misal, perawatan payudara untuk memperlancar ASI, atau senam hamil untuk memperlancar proses melahirkan.
Namun, semua itu belum cukup demi hadirnya bayi yang sehat.
Bahkan, bumil yang melupakan pentingnya perawatan gigi dan mulut, bisa berakibat fatal buat kesehatan sang janin.
“Keadaan rongga mulut ibu hamil sangat mempengaruhi kondisi bayi yang dikandungnya. Jika seorang ibu menderita infeksi periodontal saat hamil, akan memiliki resiko lebih besar untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, atau bahkan mengalami kelahiran prematur,” ucap Drg. Linus Boekitwetan, M.Kes.
Penyakit periodontal adalah infeksi gusi dan tulang pendukung gigi yang disebabkan oleh plak dan karang gigi. Masalah ini bisa saja terjadi sebelum kehamilan, tapi jika tidak segera diberi penanganan, keadaannya semakin parah saat ibu sedang hamil.
Bahkan menurut penelitian dari Case Western Reserve University, dampak paling parah dari infeksi gusi pada ibu hamil adalah keguguran. Hal ini dikarenakan kuman Fusobacterium nucleatum yang menginfeksi gusi ibu, juga ditemukan dalam tubuh janin.
Wah, jadi apa yang harus dilakukan bumil?

Air Liur Lebih Asam
            Sebelumnya, kita perlu lebih tahu dulu kenapa bumil rentan masalah kesehatan gigi dan mulut.
Ibu hamil biasanya mengalami karies atau gigi berlubang. Hal ini dikarenakan ibu hamil lebih sering lapar. Maklum, sebagai ibu kita tidak hanya memenuhi gizi diri sendiri, tapi juga janin yang kita kandung. Alhasil, kita jadi lebih sering ngemil yang mengandung gula berlebih. Selain itu air liur di rongga mulut juga lebih asam, karena mual dan muntah, sehingga mempercepat gigi berlubang.
Gigi berlubang bisa menyebabkan si ibu tidak dapat mengunyah makanan dengan baik. Dampaknya? Gizi yang diterima janin berkurang. Makanya, bayi mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan.
Gusi ibu hamil juga sering berdarah ketika sedang menyikat gigi. Gangguan ini dikenal dengan istilah pregnancy gingivitis. Gusi terlihat lebih merah disebabkan perubahan hormon. Hal ini menyebabkan gusi memberikan respon berlebihan terhadap bakteri maupun iritasi pada rongga mulut.
Masalah lain yang sering muncul pada bumil juga adalah epulis gravidarum, atau pertumbuhan berlebih pada gusi yang terlihat seperti tumor.
Tapi tenang, “Ini tidak berbahaya. Hanya menimbulakan rasa tidak nyaman pada gigi dan mulut. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi faktor utamanya karena kebersihan mulut dan perubahan hormon. Keadaan ini akan hilang dengan sendirinya setelah bayi lahir,” pesan drg. Linus.
            Karenanya, di saat hamil kita juga jangan malas melakukan check up kesehatan gigi ke dokter. Toh, perawatan kesehatan gigi pada ibu hamil tergolong aman, asal di bawah pantauan dokter.
            Misalnya, tidak menggunakan x-ray. Kalaupun dalam keadaan darurat yang mengharuskan melakukan dental x-ray, maka harus menggunakan proteksi yang maksimal, dan dengan dosis radiasi yang rendah. Hal ini bertujuan untuk menghindari janin terpapar sinar radiasi dari x-ray.
            Jika pun harus cabut gigi sebaiknya hanya dilakukan pada usia kehamilan trimester kedua, atau 4-6 bulan. Sedangkan penambalan dan pembersihan karang gigi dapat dilakukan selama masa kehamilan.
            Namun, memeriksa kesehatan gigi dan mulut jangan hanya sesekali. Lakukan berkala. Baik itu saat merasa sakit, maupun tidak. Bahkan idealnya, pemeriksaan bisa kita lakukan saat sedang merencanakan kehamilan. Sehingga, saat hamil kondisi kesehatan gigi dan mulut sudah dalam keadaan baik.
            Nah, jika demi terhindar dari dampak buruk gara-gara kesehatan gigi pada masa kehamilan bermasalah, kita bisa melakukan beberapa cara mudah, seperti yang disarankan oleh drg. Linus berikut ini.

1.      Berkumur
Ibu hamil tentu sering mengalami rasa mual berlebihan, bahkan sampai menimbulkan muntah-muntah. Akan tetapi jangan buru-buru langsung menyikat gigi, melainkan dinetralkan terlebih dahulu kadar asam pada mulut. Caranya? “Kumur-kumur dengan segelas air yang dicampur 1 sendok teh soda kue. Lalu menyikat gigi setelah 1 jam,” ucap drg. Linus.

2.      Jauhi Makanan Manis
Apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama 9 bulan sangat mempengaruhi perkembangan bayi di dalam kandungan, termasuk gigi. Oleh sebab itu, mengatur pola makan yang baik dan diet seimbang sangatlah penting. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan. Paling penting, kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak gula.

3.      Sikat Gigi
Menyikat gigi sebanyak 2 kali sehari. Pertama, pagi setelah sarapan (bukan sebelum sarapan, ya.) Lalu malam sebelum tidur. Oh, iya, sebaiknya menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, zat yang melindungi gigi dari kerusakan. Jangan lupa pakai sikat gigi dengan bulu yang halus.

4.      Rutin Periksa
Penting untuk diingat! Sebaiknya, perawatan gigi dan mulut dilakukan sampai tuntas, walaupun sudah tidak ada rasa sakit. Karena penyakit gigi dan mulut yang tidak tuntas dirawat akan jadi sumber infeksi.

Tuesday, April 3, 2018

Tips Merapihkan Gigi Sebelum Hari H di Mylemariage.com 3 April 2018




Jika hari H anda masih sekitar 1-2 tahun kemudian, maka lebih banyak pilihan yang tersedia untuk merapihkan gigi anda.

Pilihan untuk merapihkan gigi secara garis besar ada 2 macam, yang melekat pada gigi secara permanen dan yang bisa dilepas pasang sendiri.Yang melekat pada gigi antara lain metal bracesclear braces atau lingual braces. Yang bisa dilepas pasang sendiri adalah clear aligner atau lebih dikenal dengan Invisalign.

Lingual braces sudah mulai ditinggalkan dan digantikan dengan clear aligner, meskipun tidak terlihat dari depan, tetapi penggunaan nya tidak nyaman karena diletakkan di belakang gigi.

Untuk clear aligner, keunggulannya adalah tidak terlihat, baik pada waktu pre-wedding maupun hari H, bisa dilepas sewaktu makan dan sikat gigi, sehingga nyaman dan sangat baik secara estetik.

Jika hari H anda sekitar 6 bulan kemudian, tentu saja pilihan menjadi lebih sedikit yaitu hanya pada clear aligner dan veneer. Tetapi jika budget anda terbatas untuk menggunakan clear aligner, ada solusinya dengan menggunakan metal braces, tetapi minta dilepas pada waktu pre-wedding dan hari H kemudian dipasang kembali setelah selesai. Tentu saja waktu perawatan menjadi lebih lama karena harus dilepas dan dipasang kembali, tetapi setidaknya selama 6 bulan tersebut gigi anda sudah tampak lebih rapih waktu tersenyum.

Alternatif lain bisa menggunakan veneer, tetapi untuk jangka panjang tidak disarankan,  meskipun bisa langsung terlihat rapih giginya tetapi dibutuhkan preparasi atau dikecilkan giginya pada bagian labial atau permukaan gigi minimal 0,5 mm, bahkan lebih dan seumur hidup harus menggunakan veneer. Jika veneer pecah, rusak, atau lepas maka harus diganti dengan yang baru,  tentu saja membutuhkan biaya lagi.

Keuntungan yang di dapat selain gigi yang rapih, senyum yang indah dan menawan pada waktu hari H, kamu juga mendapatkan gigi yang sehat. Karena perawatan dan deteksi dini lubang gigi menjadi lebih mudah. Lain hal nya dengan gigi yang bertumpuk atau berjejal, menjaga kebersihan gigi pun lebih sulit, sehingga lebih mudah berlubang. Lubang baru terlihat setelah gigi menjadi rapih. (Drg. Linus Boekitwetan, M.Kes)


Saturday, March 3, 2018

Tren Veneer Gigi, Amankah? di Tabloid Wanita Indonesia edisi 1463 (1 - 7 Maret 2018)



Orang bilang, wanita paling cantik saat tersenyum, apalagi jika tertawa dengan lepas. Mungkin hal itu yang membuat wanita mulai memerhatikan keindahan giginya. Kini, ada prosedur yang dikenal dengan istilah veneer, yang ditawarkan dunia kedokteran untuk mencapai penampilan gigi yang ideal.

Drg. Linus Boekitwetan, M.Kes, menuturkan, veneer adalah lapisan tipis material yang biasanya ditempel secara permanen di bagian depan permukaan gigi. Prosedur ini dilakukan untuk menutupi warna gigi yang menjadi kekuningan atau keabu-abuan, yang tidak dapat dilakukan bleaching atau pemutihan gigi. Selain itu, veneer mampu memperbaiki bentuk gigi yg patah atau berlubang, menutupi celah diantara gigi dibandingkan pemakaian kawat gigi yang memakan waktu lebih lama, serta merapikannya.

Sebenarnya, veneer gigi bukanlah hal baru. Veneer  telah dipraktikkan sejak tahun 1930-an oleh dokter gigi bernama Charles Pincus di California, dengan tujuan merubah penampilan sementara aktor Hollywood pada waktu pembuatan film. “Pada saat itu, bahan adhesif atau bahan perekat antara veneer dan gigi belum begitu baik, maka veneer hanya bersifat sementara. Hingga kini, bahan adhesif dan material veneer terus berkembang menjadi lebih baik dan lebih awet,” cerita Drg. Linus. Hingga selama kurang lebih 2 tahun terakhir, veneer pun banyak digemari para selebriti baik dari luar maupun dalam negeri.

JENIS VENEER
Secara umum, veneer dibagi menjadi 2 jenis; direct veneer dan indirect veneer. Direct veneer adalah veneer yang langsung dikerjakan dan dibentuk di gigi pasien, berbahan dasar komposit resin. “Biasanya hanya perlu satu kali kunjungan, tetapi kekurangannya warna bisa berubah dan kurang tahan lama,” ujar drg. Linus. Jenis kedua adalah veneer  berbahan dasar porselen.
“Biasanya memerlukan waktu dua kali kunjungan, karena pembuatan porselen dilakukan di dental laboratorium dan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Kelebihannya ketahanan nya lebih baik dibanding komposit dan warna lebih stabil jika dipakai dalam jangka waktu lama,” tambahnya lagi.

PROSEDUR VENEER
Pada umumnya, dibutuhkan tiga kali kunjungan ke dokter gigi untuk memasang veneer gigi, yaitu sekali untuk konsultasi dan dua kali untuk membuat dan memasangkan veneer. “Pertama dilakukan smile assessment atau smile analysis, dan dibuatkan mock-up yaitu model gigi setelah dilakukan veneer, supaya pasien bisa melihat gambaran atau hasil akhir setelah dilakukan veneer. Setelah setuju dengan hasilnya, maka dapat dilanjutkan dengan pengerjaan veneer dengan cara direct atau indirect,” jelas Drg. Linus. Sebelum dilakukan preparasi atau pengurangan lapisan gigi, biasanya diberikan anestesi agar pasien lebih nyaman pada waktu pengerjaan.

Namun, adapula kondisi pasien dimana pemasangan veneer perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang fatal. “Misalnya, gigi yang sudah berlubang sangat besar, karena bahan adhesif atau bahan pelekat veneer dengan gigi tergantung dengan banyaknya email gigi yang tersisa. Perhatikan pula jika Anda memiliki kebiasaan buruk seperti bruxism,” pungkas Drg. Linus. Lulusan Magister Kesehatan bidang Ortodontik, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti tahun 2007 ini menambahkan, posisi gigi juga ikut berpengaruh seperti terlalu berjejal atau menumpuk, celahnya terlalu besar, dan lain sebagainya.

PERBEDAAN VENEER GIGI DENGAN BLEACHING
Pada pengerjaan veneer, bagian permukaan gigi atau labial gigi dikecilkan minimal sekitar 0,5 mm. Ukuran bisa berubah tergantung kasus dan posisi gigi tersebut. “Kalau tidak dikecilkan sedikit, gigi akan tampak menonjol akibat veneer tersebut,” imbuh Drg. Linus. Dokter gigi yang membuka praktiknya di Jakarta Barat ini menuturkan, prosedur bleaching hanya menggunakan gel berkandungan hidrogen peroksida yang diletakkan pada bagian permukaan gigi atau labial gigi. “Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, semua tergantung dari kebutuhan pasien,” ujarnya.

RESIKO VENEER GIGI
“Jika gigi sudah diasah untuk veneer, maka seumur hidup harus menggunakan veneer. Pada saat pemakaian, veneer pun bisa lepas atau rusak atau pecah jika Anda memiliki kebiasaan mengunyah makanan yang keras, jadi perlu biaya tambahan untuk menggantinya,” ujar Drg. Linus. Gigi pun dapat beresiko menjadi lebih sensitif karena telah dikikis. Ia menganjurkan, untuk selalu mengontrol gigi Anda setiap 6 bulan hingga setahun sekali.



Saturday, February 17, 2018

Drg. Linus Boekitwetan: Saya Tidak Pernah Menyarankan Pasien Pakai Albothyl di Trubus.id 17 Februari 2018




Trubus.id -- Terkait kandungan policresulen sebesar 36 persen di Albothyl, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menarik izin edar produk tersebut dari pasaran. 

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyebut, penggunaan konsentrat policresulen 36 persen untuk sariawan memang tidak dianjurkan. Meski efektif menghilangkan nyeri sariawan, obat ini bisa memicu iritasi pada mukosa atau lapisan tipis di rongga mulut.

“Sebenarnya, saya sudah mendengar hal ini dari dulu, sekitar 4 tahun yang lalu,” kata drg. Linus Boekitwetan, M.Kes, saat dihubungi Trubus.id melalui telepon, Sabtu (17/2).

Drg. Linus mengatakan jika sejak dulu, ia tidak pernah menyarankan pasiennya untuk menggunakan Albothyl.

“Tapi memang, masih bersifat himbauan karena belum ada pernyataan resmi dari BPOM,” bebernya.

Alih-alih menggunakan Albothyl, drg. Linus menyarankan pasiennya untuk menggunakan obat yang bisa membantu mengurangi rasa sakit akibat sariawan sekaligus mencegah penyakit ini tambah parah.

“Saya menggunakan produk dengan kandungan bahan alaminya yang banyak memiliki khasiat. Misalnya, ekstrak lidah buaya yang memang sudah terkenal memiliki banyak khasiat. Berguna untuk menyembuhkan luka, mengurangi nyeri dan mencegah infeksi. Bersifat antiinflamasi, antiseptik dan analgesic,” jelas drg. Linus.

Sebaiknya, produk yang digunakan untuk mengobati sariawan mengandung sodium hyaluronate, berguna untuk melembapkan dan membantu menyembuhkan luka. Memiliki efek hidrasi dan berfungsi sebagai pelembab dan healing wound effect

“Kandungan penting lainnya ialah glychyrretinic, berfungsi untuk mengurangi bengkak dan nyeri. Juga polyvinylpyrrolidone yang berfungsi untuk pembentukan lapisan pelindung, bekerja membentuk suatu lapisan pelindung terhadap ulkus di mukosa mulut yang bertahan selama beberapa jam,” urainya.

Perlu diketahui, penyebab sariawan bisa karena tergigit, gesekan dengan kawat gigi.

“Atau karena gigi yang tajam akibat lubang, stres, dan yang lain-lain,” urainya.