Sunday, June 11, 2017

Address & Office Hours in Jakarta & Tangerang, Indonesia





Linus Boekitwetan Dental Care Center

Address:

* Jl. Surya Sarana 2C/12. 
Sunrise Garden. Jakarta Barat

Practice:
Monday,Wednesday,Thursday 09.30 - 19.00
Tuesday, Friday                        09.30 - 15.00
Saturday                                   07.00 - 16.00
by appointment
Map https://goo.gl/maps/K3rWTaNq9Rs

* Ruko Bolsena Blok A. No 22.

  (Apotik Kimia Farma Lantai 2)
  Jl. Paramount Bolevard.
  Gading Serpong. Tangerang 

Practice:
Tuesday, Friday                        17.00 - 20.00
by appointment
Map https://goo.gl/maps/GFZnm4hhJxM2 

SMS/WA: 081519599099

E-mail: drglinus@gmail.com

Social Media
        

Payment             






Certification



Narasumber
* Majalah Prevention Indonesia Mei 2009
* Majalah Prevention Indonesia Juni 2009
* Majalah Prevention Indonesia Juli 2009
* Jakarta Globe Newspaper September 2, 2009
* Majalah Dokter Kita Februari 2010
* Majalah Prevention Indonesia April 2010
* Majalah Prevention Indonesia Juni 2010
* Tabloid Wanita Indonesia 1073 (19 – 25 Juli 2010)
* Tabloid Femme 022 (29 April – 12 Mei 2011)
* Majalah Le Mariage Juli - September 2011
* Majalah Sang Buah Hati Juni 2012
* Majalah Sekar 87/12 (11 - 25 Juli 2012)
* Tabloid Mom & Kiddie 25 (27 Juli - 9 Agustus 2012)
* Seminar Gigi Anak Glenn Doman GymnAdemics Indonesia (7 April 2013)
* Seminar Gigi Anak Tree House Preschool & Kindergarten (17 Mei 2013)
* Majalah Sang Buah Hati Feb-Mar 2014
* Majalah Mom Dad & I edisi 2, tahun VI (Maret-April 2014)
* Majalah Le Mariage Januari-Maret 2015
* Majalah Sang Buah Hati Oktober 2015
* V Radio 106.6 FM Jakarta 13 Juni 2016
* Seminar Cara Menjaga Kesehatan Gigi Anak SD Santa Ursula BSD (1 September 2016)
* GymnAdemics Indonesia "Confidence Imaginative Happy Children" 23 April 2017
* Majalah Sang Buah Hati Mei-Juni 2017

Wednesday, May 24, 2017

Rahasia Ciptakan Senyum Menawan di Majalah Sang Buah Hati Mei - Juni 2017



Selama ini gigi mungkin hanya dianggap sebagai alat untuk mengunyah makanan. Padahal lebih dari itu, gigi juga punya andil besar untuk menciptakan senyum menawan.

Banyak orang beranggapan bahwa fungsi utama gigi hanyalah untuk mengunyah makanan. Itu sebabnya, meski posisi gigi tidak normal, jarang ada yang mengkhawatirkannya. Alasannya, selama tidak begitu kelihatan berantakan, posisi gigi yang miring atau menumpuk sedikit masih dapat dimaklumi.

Tapi, tahukah Anda? Sebenarnya ada banyak sekali keuntungan dari posisi gigi yang normal. Selain dapat membuat fungsi mengunyah makanan jadi lebih maksimal, posisi gigi yang normal juga akan memudahkan perawatan kebersihannya. Alhasil, gigi jadi tak mudah berlubang.

Di samping itu, gigi yang rapi dan normal sudah pasti dapat membuat senyum pemiliknya jadi lebih menawan. Nah, bagi yang tertarik memiliki senyum menawan, merapikan gigi atau memposisikan gigi ke posisi normal dengan mengggunakan kawat gigi tentu bisa menjadi solusi.

Prosedur Penggunaan Kawat Gigi

Menurut drg. Linus Boekitwetan, M.Kes (Ort), pada dasarnya pasien yang memerlukan pemasangan kawat gigi adalah yang menderita maloklusi, yaitu suatu kondisi dimana terjadi kelainan susunan gigi atas dan bawah karena tidak sesuainya bentuk rahang. Biasanya, kelainan itu disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan sehingga mengakibatkan gigi tumbuh berjejal (crowding), gigi atas lebih maju dari gigi bawah atau sebaliknya gigi bawah lebih maju dari gigi atas.

Bila didapati pasien dengan kondisi demikian, maka hal pertama yang dilakukan oleh drg. Linus adalah memeriksa secara keseluruhan agar dapat mengetahui apakah ada masalah gigi lainnya, seperti berlubang, atau gigi  yang hilang akibat dicabut. Apabila seluruh masalahnya sudah terdata, barulah dilakukan pembuatan foto digital wajah dan gigi pasien, yang diikuti pencetakan gigi untuk pembuatan model gigi, serta foto rontgen.

“Berdasarkan data yang ada, maka dokter gigi umumnya akan melakukan analisa dan membuat rencana perawatannya. Dari sini juga akan diketahui, apakah diperlukan pencabutan atau penambalan gigi sebelum pemasangan kawat gigi, serta sampai berapa lama kira-kira waktu yang diperlukan untuk perawatan. Setelah itu baru dilakukan pemasangan kawat gigi,” terang drg. Linus.

Sementara untuk pemasangan kawat gigi, drg. Linus kembali menjelaskan bahwa pasien mempunyai dua pilihan, apakah akan menggunakan bracket konvensional atau Invisalign. Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut:
  • ·        Bracket konvensional, ada yang metal dan bening – berbahan dasar ceramic atau sapphire tetapi tetap menempel di gigi dan tidak dapat dilepas. Secara estetika, bracket yang bening tentu lebih baik.
  • ·        Invisalign berbahan dasar plastik, bening sehingga tidak terlihat, dapat dilepas sewaktu makan dan sikat gigi sehingga pembersihan gigi lebih baik dibanding yang konvensional dan paling baik estetetikanya.

“Jika pasien memerlukan estetika dan kenyamanan tetapi ingin merapikan giginya atau karena pasien memiliki alergi dengan bahan metal, maka pilihannya bisa menggunakan Invisalign. Untuk Invisalign ini tidak bisa dikerjakan oleh semua dokter gigi, hanya dokter gigi yang bersertifikat dari Invisalign yang dapat mengerjakannya,” jelas drg. Linus lagi.

Perawatan Setelah Menggunakan Kawat Gigi

Lebih lanjut drg. Linus menjelaskan bahwa pemakaian kawat gigi rata-rata berkisar 1 – 2 tahun, dan tergantung dari kasusnya, apakah perlu pencabutan gigi atau tidak. Biasanya jika perlu pencabutan gigi akan lebih lama perawatannya.

Drg. Linus juga menjelaskan jika menggunakan kawat gigi dapat mempermudah terkumpulnya plak dan sisa makanan di daerah sekitar bracket – alat yang menempel pada permukaan gigi. Karenanya diperlukan perawatan khusus, seperti menggunakan sikat gigi khusus untuk ortodontik. Selain itu, perlu juga menghindari makanan keras, makanan lengket, dan makanan yang berdampak karies gigi tinggi. Tak lupa, kontrol ke dokter gigi secara teratur sesuai anjuran juga sangat disarankan.

Apabila nantinya kawat gigi telah dilepas, maka bukan berarti perawatan telah usai. Masih diperlukan waktu untuk memasang retainer yang berfungsi mempertahankan posisi gigi yang sudah baik supaya tidak kembali ke posisi lama. Kontrol ke dokter gigi setiap 6-12 bulan sekali juga tetap diperlukan.

“Mengingat banyaknya proses yang perlu dilalui, sebaiknya pemasangan kawat gigi dilakukan oleh dokter gigi yang kompeten. Sebab jika pemasangannya tidak tepat, maka bisa terjadi kerusakan tulang dan gusi disekitar gigi, atau bisa juga terjadi infeksi. Jika sudah terjadi kondisi demikian, tentu bukan senyum menawan yang didapat. Untuk memperbaikinya pun akan lebih sulit serta membutuhkan biaya yang lebih besar,” tutup drg. Linus.

Wednesday, January 18, 2017

Me & International Lecturer

Dr. Wayne B. Hickory, DMD, MDS

Prof. Ravindra Nanda, BDS, MDS, PhD

Dr. R. G. "Wick" Alexander, DDS, MSD

 Dr. Newton Cardoso

 Dr. Sandra S. Tai, BDS. MS, Cert Ortho, FCDS (BC), FRCD (C)

 Dr. Javier Frenck


Dr. Kenneth Lew, BDS, MDS Orthodontic


Dr. Chris Chang, DDS, PhD

Prof. Peter Ngan, DMD


Dr. Salvador Romero Triana, DDS, MSD


Prof. Dr. Leon W. Laub, Ph.D

Dr. Jay Bowman, DMD, MSD 

Dr. Joerg Schwarze